Cara Mendefinisikan Produk Minimum Yang Layak (MVP) Untuk Pertumbuhan
Wawasan
2 Jul 2019
Poin Penting Panduan
Sebuah MVP bukanlah beta, prototipe, atau dek presentasi — itu harus dapat digunakan, berharga, dan minimal.
Tujuan utama dari sebuah MVP adalah untuk memvalidasi asumsi, menguji permintaan, dan menyempurnakan kecocokan produk-pasar.
Menentukan sebuah MVP dimulai dengan pertanyaan sulit: masalah nyata, tingkat keparahannya, dan apakah orang-orang akan peduli cukup untuk mengadopsi solusinya.
“Minimal” dalam MVP mengacu pada himpunan kemampuan terkecil yang masih memberikan nilai nyata, yang dapat dimonetisasi.
Strategi awal MVP mencakup pengujian janji (halaman arahan, mockup), pemenuhan manual, dan menggabungkan alat yang sudah ada.
Validasi pasar dapat dilakukan sebelum menulis kode dengan menguji pesan, harga, dan minat.
Proses manual atau semi-manual dapat menyimulasikan pengalaman produk untuk memvalidasi permintaan sebelum dibangun.
Menggunakan platform yang ada (misalnya, WordPress, skrip, alat tanpa kode) mempercepat penciptaan MVP sambil mengurangi biaya dan risiko.
MVP yang kuat berfokus sempit pada jalur tercepat antara masalah dan solusi.
Sorotan Tanya jawab
Apa itu Produk Minimum Layak (MVP)?
Sebuah versi sederhana dan dapat digunakan dari sebuah produk yang memberikan nilai nyata dan menguji apakah pelanggan cukup peduli untuk menggunakannya atau membayarnya.
Apakah MVP sama dengan prototipe atau versi beta?
Tidak. Sebuah prototipe menguji ide; sebuah beta menguji penyempurnaan. Sebuah MVP menguji kelayakan pasar melalui penggunaan dan nilai yang nyata.
Bagaimana saya tahu jika suatu masalah layak untuk dipecahkan?
Evaluasi apakah titik nyeri tersebut umum, sering, dan cukup menjengkelkan sehingga orang akan mengubah perilaku atau membayar uang untuk menyelesaikannya.
Apa saja yang harus disertakan dalam MVP?
Hanya seperangkat fitur terkecil yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah inti dan menunjukkan nilai nyata kepada pengguna awal.
Bisakah saya memvalidasi MVP tanpa membangun produk?
Ya — gunakan halaman arahan, demo, tangkapan layar, atau iklan untuk menguji apakah orang menunjukkan minat atau mendaftar.
Apa itu “concierge MVP”?
Sebuah proses manual yang berlangsung di belakang layar yang memungkinkan Anda menyampaikan nilai produk sebelum membuat perangkat lunak otomatis.
Mengapa menggunakan alat yang sudah ada untuk membangun MVP?
Ini mengurangi biaya dan waktu, membantu Anda memvalidasi permintaan sebelum berinvestasi dalam pengembangan khusus.
Apa tujuan utama dari MVP?
Untuk memvalidasi asumsi, belajar dengan cepat, dan menyesuaikan visi produk Anda sebelum berkomitmen pada pengembangan skala penuh.
"Minimum viable product" adalah konsep yang sering disalahgunakan dan disalahpahami. Namun, konsep ini sangat kuat jika dilakukan dengan tepat. Dalam artikel ini, Anda akan belajar: Definisi dari minimum viable product (MVP), Pertanyaan apa yang harus diajukan untuk membuat MVP, dan Bagaimana cara menguji MVP Anda.
Produk minimal yang layak (MVP) adalah versi awal dari sebuah produk, seperti aplikasi SaaS (perangkat lunak sebagai layanan), yang dirancang untuk memastikan bahwa visi dan strategi produk sejalan dengan kebutuhan pasar.
Biasanya, sebuah MVP memberikan cukup fungsi dan nilai untuk menarik perhatian pengguna awal dan inovator lainnya. Ini bukan versi beta dari produk Anda, yang dirancang untuk memperbaiki bug atau untuk menyempurnakan fitur dan elemen antarmuka. Ini juga bukan sebuah ide yang hanya ada di kertas (atau slide), atau demonstrasi mentah dari sebuah proof-of-concept.
Sebaliknya, istilah “MVP” menunjukkan sesuatu yang sangat spesifik:
Minimum: jumlah terkecil dari kemampuan, fitur, dan kemasan yang…
Layak: memberikan cukup nilai sehingga pelanggan bersedia mengeluarkan uang (atau mata uang lain seperti informasi pribadi)…
Produk: pada sesuatu yang dapat mereka gunakan hari ini… bukan hanya berinvestasi dalam konsep, janji, atau tawaran di masa depan.
Tujuan dari sebuah MVP adalah untuk memvalidasi premis sebuah produk, untuk menguji hipotesis tentang kebutuhan pasar, untuk membuat penyesuaian pada visi produk, dan untuk memprioritaskan tempat untuk berinvestasi dalam pengembangan di masa depan. Dengan demikian, MVP adalah pendekatan yang sangat kuat untuk menemukan kesesuaian produk-pasar.
